9 Alasan Kenapa Berbisnis Nasi Goreng??
Gambar disamping ini sepertinya pemandangan tidak asing untuk orang Indonesia. Diambil dari sebuah situs luar treehuger.com. Bukan situsnya yang akan saya bahan akan tetapi, mengulas mengapa bisnis nasi goreng ini bisa memberikan keuntungan yang dahsyat!! Berangkat dari gambar disamping, kita lihat kondisinya hampir sama dengan petani padi yang ada di Indonesia apalagi di Asia. Artinya orang Indonesia terbiasa dengan makanan pokok yang bersumber atau berbahan dasar beras. Walaupun ada di beberapa bagian diwilayah Indonesia timur yang menkonsumsi sagu. Tapi umumnya kita orang Indonesia menkonsumsi nasi dari bahan dasar beras. Bisa dibayangkan jika dalam satu hari saja dua juta penduduk Indonesia menkonsumsi beras setengah kilo perhari perorang, bisa dihitung begitu besarnya kebutuhan akan beras di Indonesia. Oleh karena itu, permintaan yang besar tersebut berdampak pula bagi semua bisnis yang berkaitan dengan Nasi. Kenapa banyak orang mau berbisnis nasi goreng padahal kondisi pasar sudah mulai jenuh….
Ini 9 Alasan Kenapa Berbisnis Nasi Goreng;
- Nasi Kebutuhan Pokok Orang Indonesia. Anda tahu kenapa? pernah dengan pernyataan “belum disebut makan kalau belum ketemu nasi”. Pernyataan itu yang sering sekali disebut oleh masyarakat Indonesia umumnya. Walaupun perutnya sudah di isi roti, lontong, dan lain-lain tapi masih saja mencari nasi.
- Perputaran Uang Relatif Cepat. Karena menjadi kebutuhan pokok, Bisnis nasi goreng relatif cepat memutarkan uang. Diperhitungkan bisa mencapai 27 hari pengembalian modal, dengan kualitas rasa harus terjamin.
- Murah Biaya Produksi. Percaya atau tidak, bisnis nasi goreng itu memiliki biaya produksi yang sangat murah. Dari perhitungan yang ada dalam resep bisnis Opang, semua biaya bahan baku tidak begitu mahal. Untuk harga satu porsi Rp. 8.000,- diperkirakan hanya membutuhkan biaya produksi Rp. 3.000,- saja. Bisa anda hitung berapa keuntungan yang bisa diperoleh. Hal ini yang menyebabkan bisnis kuliner seperti ini bisa menghasilkan keuntungan yang besar.
- Tahan terhadap Krisis Ekonomi Global. Percaya atau tidak, bisnis nasi goreng lebih tahan terhadap krisis ekonomi global yang pernah dialami oleh Indonesia. Pengusaha kecil ini jarang hancur karena krisis ekonomi. Hancurnya bisnis nasi goreng biasanya disebabkan oleh pemiliknya sendiri. Hasil survey yang pernah saya lakukan, pedagang nasi goreng jika sudah terkenal hancur akibat ulahnya sendiri. Misalnya, menghamburkan uangnya di kegiatan yang memberatkan dirinya seperti memperbanyak kegiatan hura-hura, shoping barang yang tidak penting, dan lain-lain.
- Nama Nasi Goreng Lebih Bersahabat untuk Orang Indonesia. dibandingkan steak, humburger, dan makanan keren lainnya. Tandanya begini, coba anda tanyakan Nasi Goreng ke orang pedesan pasti mengenalnya. Lain halnya humburger dan makanan luar negeri jenis lain, tidak banyak orang mengenalnya. Artinya Nasi Goreng ini bisa masuk dalam kategori makanan rakyat Indonesia. Pastiny lebih mudah dikenal.
- Banyak Penggemarnya. Karena masuk kategori makanan rakyat, otomatis memiliki pasar yang tinggi. Banyak orang menggemari masakan ini. Bahkan pernah sebuah perusahaan Rokok di Indonesia mengadakan kontes mengumpulkan pedagang nasi goreng dan memperoleh rekor Muri.
- Resepnya mudah dilakukan. Resepnya memang mudah di buat dan ditemukan. Apalagi di iklim tropis seperti Indonesia, semua bahan pokok untuk resepnya sangat mudah dicari. Tidak hanya mudah dicari bahan pokoknya, proses pembuatan bumbunya dapat menggunakan peralatan yang sangat tradisonal.
- Kadar Gizi dan Vitamin yang tinggi. Nasi Goreng sebenarnya kombinasi dari bahan yang lain. Ada sayuran segar yang masuk kedalam resepnya. Bahkan dalam bisnis ini biasanya tidak hanya nasi saja tetapi bisa dimodifiksi dengan masakan lain. Misalnya, capcay, mie sayur, mie rebus sayur, dan lain-lain. Dengan kombinasi ini konsumen bisa mendapatkan gizi dan vitamin yang lebih, mengingat kombinasi sayurannya bervitamin.
- Mudah Memasarkannya. Karen Nasi Goreng lebih familiar tedengar di kalangan masyarakat Indonesia, tidak terlalu sulit memasarkan usaha ini. Tinggal kita membentuk dan menciptakan merek saja. Misalnya “SegaGoreng Opang” Sega dalam bahasa Jawa berarti Nasi. Artinya akan lebih mudah memasarkannya, apalagi kita sudah memiliki merek sendiri.
Apakah anda bisa menangkap peluang bisnis yang besar dari 9 alasan tersebut?? semua pilihan tergantung pada diri anda sendiri. Memang tidak semua orang harus berbisnis nasi goreng, tapi semua orang pasti bisa masak nasi goreng. Pesan saya rintislah sebuah usaha pada kekuatan anda sendiri, bukan kekuatan orang lain. Jika anda sanggup melakukannya, lakukan sebelum masa ketidaksanggupan anda datang.
If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!
Boy Macklin on November 7th, 2009 | File Under Membangun Usaha | No Comments -