The Lowest Price Always Wins” dari sebuah tulisan Usman Sheikh yang menyatakan;

Lowering your price, and planning to make a profit by increasing sales volume

Murahkan harga produk dan ambil keuntungan dari penambahan jumlah penjualan. Judul diatas bukan bermaksud menyepelekan selera mahasiswa. Akan tetapi Harga Mahasiswa yang dimaksud adalah murah tapi bukan murahan. Biasanya bahkan sudah umum pada pedagang nasi goreng keliling adalah memperkecil porsi tetapi tidak memperhatikan kualitas dan kuantitas dari produk. Sebuah kewajaran jika seseorang berjualan menginginkan keuntungan yang besar, akan tetapi jangan lupa pelanggan adalah raja. Pelanggan berhak menentukan kapan mereka membeli produk kita dan apakah pelanggan itu akan merekomendasikan produk kita kepada rekan-rekannya. Jika biasanya harga nasi goreng di tempat umum dengan harga mahal dengan porsi kecil, maka kita balikkan kondisinya menjadi harga murah dan porsi besar atau JUMBO. Cara ini bisa meraih keuntungan yang besar Bagaimana caranya???

Caranya sangat mudah, kadang banyak pedagang lupa dengan prinsip sederhana ini. Jika dikaitkan dengan Sunah Rasullah SAW (dalam kajian Islam) menyebutkan seperti ini “Jangan kurangkan timbangan, jika bisa lebihkan”. Prinsip ini sebenarnya sangat sederhana tetapi sangat relevan. “The Lowest Price Always Wins” siapa yang memili barang dengan harga murah akan selalu menang dalam persaingan dagang. Ada yang harus diperhatikan juga yaitu kualitas barangpun jangan diturunkan, jika bisa tingkatkan kualitasnya. Lalu strateginya memperoleh keuntungan besar dari Porsi Jumbo (porsi besar) dengan Harga Mahasiswa (murah)?

Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apakah mungkin Porsi yang banyak harga murah? jawabannya sangat bisa sekali. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berbisnis nasi goreng ini,

Pertama Modifikasi Produk dalam bahasa kerennya product design, memodifikasi nasi goreng sangat mudah. Caranya banyakkan jumlah nasi, dan manipulasikan cara atau teknik memotong bahan baku. Misalnya, dengan menambah jumlah nasi akan berakibat porsi yang besar, tetapi bahan lain harus disiasati jumlahnya. Apa yang perlu disiasati? Seperti sosis, bakso, daging ayam, daging lainnya, dan semua bahan tambahan yang masuk dalam bumbu dan bahan nasi goreng. Contoh, rubah cara memotong bakso, bakso yang biasa dipotong dalam 4 bagian, potong menjadi 8 bagian kecil. Trik ini bisa menimbulkan efek banyak dalam capuran nasi goreng. Cara lain, pesan telor yang dimensinya lebih kecil, biasanya dalam telor satu kilo itu terdapat 10 sampai 11 telor usahakan cari telor dalam ukuran kecil. Jika bisa dalam satu kilo bisa dapat 14 sampai 16 telor. Telor dapat memperoleh keuntungan besar dengan harga jual perporsi nasi gorengnya lebih tetap. Siasat ini tidak mengurangi kadar kelezatan nasi goreng, kelezatan nasi goreng terletak pada bumbunya. Artinya jika porsi sudah besar perkuat bumbunya agar kualitas kelezatannya tetap terjaga. Lidah pelanggan adalah juri pertandingan, menangkan pertandingan pasar dengan menambah kualitas bumbu dalam satu porsi nasi goreng. Harga Murah, garansi 105%. Penjual lain menaikan harga, kita menurunkan harga. Penjual lain meng-garansi 100%, kita meng-garansi 105% bahkan kalau berani 200%.

Kedua meningkatkan layanan purna jual kalau dalam istilah dunia pemasaran adalah quality of after sales service. Apa yang bisa diperbuat disini?? Gampang saja berikan porsi yang lebih jika pelanggan “komplen” pada masakan kita. Contoh, Sudah umum jika memasak pasti ada kekurangan rasanya. Ada kurang asin, kurang manis, atau juga kurang pedas. Jika ini terjadi, sebagai kompensasinya adalah lebihkan porsinya atau beri bonus diskon harga 10%. Biasanya dengan cara seperti ini, pelanggan tidak sakit hati. Bahkan tidak sedikit dari pelanggan selalu kembali karena merasa dihargai saat mereka komplen. Perhatikan dengan baik komplen pelanggan, Uang bukan segalanya, memperhatikan langganan rejeki mengikuti.

Ketiga pengalaman pembelian, yah kalau ingin tau bahasa logistiknya purchasing experience. Jadikan pengalaman pembelian bahan masakan sebagai pengalaman yang berharga. Cari barang dan bahan dari pasar yang murah dengan tidak mengabaikan faktor kebersihan dan kesegaran bahan. Jika kita bisa unggul mencari bahan yang lebih murah, pasti bisa menekan ongkos produksi. Ibaratnya, jika bisa memperoleh timun dari petani kenapa tidak. Harga timun dari petani pasti lebih murah dari harga di pasar. Simpan jaringan pembelian barang dan bahan dan pupuk kerja sama. Cara ini bisa mempertahankan harga jual lebih rendah dengan porsi lebih besar karena kita bisa dapat sumber bahan baku yang lebih murah.

Keempat Perhatikan keluhan Pelanggan dan Teman-teman, istilah feedback from your peers juag berlaku dalam bisnis nasi goreng. Perhatikan juga keluhan-keluhan dari teman dan pelanggan kita. Simak dan dengarkan mereka. Kalau perlu kita bisa berperilaku seperti bartender, mendengar curahan hati mereka tentang produk kita. Setelah itu perbaiki, dimana kekurangannya. Opang melakukan ini. Bahkan cara ini cara yang paling ampuh untuk meningkatkan penjualan.

Kelima Atasi kendala anggaran, masalah aggaran belanja memang masalah setiap semua pedagang. Budgetary constraints, ibaratnya seperti buah simalakama. Porsi besar tapi harga tidak naek bahaya, Harga naek tapi tidak ada yang beli lebih bahaya. Caranya siasati cara ketiga penglaman pembelian dengan baik. Karena kunci utamanya adalah bisa dapat bahan masakan yang murah akan dapat menghemat dan masalah anggaran bisa teratasi. Harga yang sulit dikendalikan biasanya di bahan seperti bawang putih dan harga daging. Fluktuatifnya sangat tinggi, naik turun, bahkan kalau sudah naik tidak mau turun.

Ingat, Porsi Jumbo bukan sekedar jumbo tidak ada rasa. Harga mahasiswa bukan berarti murahan, tingkatkan kualitasnya. Harga barang murah kita pasti menang.

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!

Boy Macklin on November 10th, 2009 | File Under Artikel | No Comments -