Sudah lama kami absen dengan berbagai macam tulisan di blog ini. Hal ini diluar kemampuan kami, kami sedang menghadapi berbagai kendala tapi alhamdulillah semua sudah teratasi. Posting kali ini pun adalah sebuah refleksi dari pengalaman berharga kami yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk anda. Adakalanya kita hanya melihat usaha dari sebuah nilai profit, benar memang kita harus bisa berhitung yang dapat dinilai dengan profit. Akan tetapi apakah hal itu harus dijadikan tolok ukur?? Jawabannya tidak selalu. mari kita bahas satu persatu, apa penyebabmya dan bagaimana hal itu bisa dilakukan. Sebuah usaha kecil dan menengah sebenarnya rentan dengan beberapa hal yaitu, pasar, modal, tenaga kerja, relasi, kepercayaan, masalah sosial, dan masalah budaya. Lalu apa maksud melyani dengan hati?

Kendala tersebut semuanya bisa diatasi dengan satu hal yang bisa jadi semuanya menjadi sumber masalah utamanya. Intinya PELAYANAN. Okey, kenapa hal ini menjadi penting untuk bisa anda lihat? Karena layanan yang maksimal ini bisa mendatangkan rejeki yang baik untuk kita. Layanan yang diberikan tentunya dengan hati yang tulus dan memang benar membawa kebaikan untuk kita.

Banyak pebisnis mengabaikan apa yang disebut dengan hati.. Banyaknya menganggap pelanggan itu hanya sebatas pembeli saja tidak lebih dari itu. Tapi banyak juga yang melayani pelanggan bak seorang raja.. Memang betul pembeli itu raja, tapi juga jangan salah tidak semua pembeli itu ingin diperlakukan seperti raja. Lalu apa yang harus bisa dilakukan??

Rumusnya “Melayani dengan Hati”

Telaten
Maksudnya begini, kenali perangkat bisnis ini dengan benar. Contohnya, masalah piring.. usahakan piring itu dalam keadan kering, selain itu pilih piring yang pantas. Banyak pengusaha nasi goreng itu mengabaikan hal kecil seperti ini. Hindari menggunakan piring dari hadiah sebuah produk. Biasanya produk kecap selalu memberikan hadiah piring dengan lambang dan promosi di piringnya. Kenapa harus dihindari, gambar dalam piring itu bisa mengurangi selera makan pelanggan. Jadi usahakan benar, pelanggan itu makan dengan alas makan yang bersih jika bisa dengan piring berwarna putih.

Rajin
Rajin apa? semua orang bisa melakukan ini. Rajin menyapa pelanggan, usaha kenali pelanggan dengan baik. Misalnya dengan menyimpan no telp atau HP di phonebook kita, lalu menyebutkan nama saat dia dia menelpon kita. Itu sebuah penghargan yang sangat mengena. Atau mengingat salah satu nama anggota keluarga dari pelanggan kita dan tanyakan bagaimana kabarnya. Sederhana memang tapi kita sering mengabaikan hal sepele itu.

Unggul
Usahakan memiliki niat hari ini harus lebih unggul dari kemarin. Apa yang di unggulkan? Kualitas bumbu. Jangan gunakan bumbu dari resep ini lebih dari dua hari. Walaupun bisa dugunakan dan tahan sampai empat hari. Tujuannya hanya satu, menjaga rasa dan kesegaran aroma dari bumbunya. Kedua unggulkan kualitas nasi, usahakan nasi selalu tetapi segar dan tidak lebih dari 8 jam mulai dari matang.

Sabar
Sabar menghadapi pelanggan, coba terapkan prinsip bar tender. Selalu mendengarkan keluhan, cerita, pengalaman, dan sebagainya dari pengunjung bar-nya. Kalau kita tahan usahakan kita menkadi teman curhat, atau minimal bisa menjadi teman. Memang pelanggan itu suka aneh-aneh sikapnya… tapi ya itu dia itulah hari-hari yang dihadapi.

Tawakal
Tawakal untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, saat kita menjalankan usaha ini dengan hati bersandar pada sang Sutradara kita. Jangan banyak mengeluh… keluhan itu percuma, tidak akan membantu, yang bisa membantu hanya yang Kuasa.

TRUST, melayani dengan hati…

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!

Boy Macklin on April 8th, 2011 | File Under Artikel | No Comments -